AkuFacial Tulungagung Jl. Dr. Soetomo no. 51 (50 m utara RSB Fauziah)

Melayani penjualan produk kecantikan, perawatan diri dan kesehatan berbahan herbal dan alami

AkuFacial Tulungagung Jl. Dr. Soetomo no. 51 (50 m utara RSB Fauziah)

Menerima pelayanan facial tersedia berbagai pilihan treathment dengan harga terjangkau dan hasil dijamin memuaskan

AkuFacial Tulungagung Jl. Dr. Soetomo no. 51 (50 m utara RSB Fauziah)

Perlengkapan facial menggunakan alat yang modern.

AkuFacial Tulungagung Jl. Dr. Soetomo no. 51 (50 m utara RSB Fauziah)

Tempat perawatan nyaman dan aman sangat sesuai untuk relaxasi diri.

Siapa yang menciptakan Allah, inilah jawaban cerdas Dr. Zakir Naik

بسم  الله  الرحمن  الرحیم 

Siapa yang menciptakan Allah? Demikianlah salah satu pertanyaan peserta kepada Dr Zakir Naik dan anaknya, Fariq Naik.

Dr Zakir Naik tidak langsung menjawab, melainkan memberikan sebuah perumpamaan. Izinkan perumpamaan ini saya ubah dalam konteks Indonesia, "Ada seseorang bernama Iwan. Punya teman bernama Bambang. Sekiranya teman Iwan ini melahirkan, kira-kira anaknya laki-laki atau perempuan?"

Apa jawaban Anda? Laki-laki atau perempuan? Sekali lagi, laki-laki atau perempuan? Sebenarnya, baik jawaban Anda laki-laki atau perempuan, tetap saja jawaban Anda salah. Ya, salah. Kenapa? Karena pertanyaan itu sendiri tidaklah logis. Mana mungkin seorang pria seperti Bambang bisa melahirkan?

Demikian pula pertanyaan 'siapa yang menciptakan Allah'. Jelas-jelas ini pertanyaan yang tidak logis. Jadi, yang menjadi masalah bukanlah jawabannya, melainkan pertanyaannya. Yang namanya Tuhan itu menciptakan, bukan diciptakan. Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada.

Buat apa? Saat Allah menciptakan manusia dan dunia, Dia ingin menjadikan ini semua sebagai tes (ujian) bagi manusia. Bukan berarti Dia kesepian sehingga perlu puja dan puji dari manusia. Sama sekali tidak begitu. Dia tidak bergantung sedikitpun kepada makhluk. Sebaliknya, semua makhluk-lah yang bergantung kepada-Nya.

Alhamdulillah, selama dua hari saya ikut menemani Dr Zakir Naik, mulai dari ke MPR, ke MUI, makan bareng, Jumatan bareng, dan lain-lain (Terima kasih Pak Bukhari). Di sini, saya beroleh sederet pengalaman yang amat berharga. Izinkan saya berbagi pengalaman beberapa di antaranya.

Pertama, saya melihat sendiri beliau sengaja berwudhu dulu sebelum tampil. Ini kebiasaan yang sangat bagus bagi seorang pembicara. Berhubung sudah mengenakan setelan jas lengkap dengan sepatu dan kaos kaki, ketika berwudhu, di bagian akhir, ia hanya mengusap ujung kaos kakinya saja.

Kedua, beliau sangat detail dengan kamera. Saat anaknya tampil sebagai pembuka, ia masuk ke ruang kamera dan berada di sana hampir setengah jam. Ada 10 kamera yang menyorot dan satu per satu ia arahkan. Dengan pelan, dengan detail. Salah satu aturan yang ia tetapkan, peserta wanita hanya boleh di-syut secara sekilas dan tidak boleh di-zoom.

Ketiga, manakala berada di MUI, beliau membocorkan rahasia suksesnya sebagai pembicara internasional, tepatnya sebagai dai internasional. Dia mengaku, kekuatan materi (what) cuma 7%. Yang 93% terletak pada cara menyampaikan materi (how). Tak heran, setiap hari ada jutaan orang di seluruh dunia dari berbagai kalangan menyimak presentasinya.

Keempat, dia sama sekali tidak dibayar. Ya, tidak dibayar. Kalaupun ada peserta yang berdonasi, itu semata-mata untuk operasional penyelenggaraan acara. Kita sama-sama tahu, ada biaya-biaya yang tak mungkin dihindari seperti sewa stadion, sound system, siaran langsung, transportasi, dan akomodasi. Itu semua miliaran rupiah nilainya.

Lantas, bagaimana dengan tuduhan ekstrimis oleh segelintir orang? Begini. Dr Zakir Naik dikenal akrab dengan Raja Salman. Bahkan, ia pernah dianugerahi ‘King Faisal International Prize' oleh Kerajaan Arab Saudi. Di Indonesia, ia disambut secara personal oleh Wakil Presiden dan Ketua MPR. Nah, sebenarnya ini semua menegaskan bahwa ia adalah seorang ulama sekaligus seorang intelektual. Bukan ekstrimis seperti tuduhan beberapa media. Right?

Di salah satu ceramahnya, Dr Zakir Naik menjelaskan panjang-lebar bahwa Islam adalah agama yang paling damai dan paling toleran. Ayat-ayat di Al-Quran pun menegaskan, tidak ada paksaan dalam agama. Bahkan Al-Quran mengancam, kalau Anda membunuh satu orang, itu sama saja Anda membunuh seluruh orang! Sebaliknya, kalau Anda menyelamatkan satu orang, itu artinya Anda menyelamatkan seluruh orang!

Semoga Dr #ZakirNaik beserta keluarga selalu sehat dan dilindungi Allah. Aamiin. Dari jauh, kita turut mendoakan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Buat teman-teman, bantu share ya, agar orang-orang Indonesia melek bagaimana sosok Dr Zakir Naik yang sebenarnya.

Dimanakah Allah bersemayam?

Dimanakah Allah?

Sering kali kita ditanya oleh seseorang atau orang-orang yang hanya menguji kemampuan kita tentang dimanakah sebenarnya Allah. Maka ada sebagian dari umat Islam sendiri bingung dimanakah Allah itu. Ada pula sebagian umat yang menjawab bahwa Allah ada di dalam hati kita, ada pula yang menjawab Allah ada dimana-mana. Dengan adanya banyak perbedaan jawaban tentang dimana Allah ini maka semakin membuat kaum muslimin yang minim ilmu agama semakin tambah bingung. Untuk itu saya persembahkan risalah singkat dan sederhana ini untuk para pembaca khususnya kaum muslimin agar kita mengetahui dimanakah sebenarnya Allah berada. Saya memohon kepada Allah semoga tulisan saya ini bermanfaat baik bagi diri kita pribadi maupun bagi kaum muslimin.

Tidak dipungkiri bahwa kaum muslimin yang minim ilmu agama sangat berbeda-beda jawaban tentang keberadaan Allah ini. Apalagi ditambah dengan adanya pernyataan dari kaum penyesat bahwa Allah berada di dalam hati dan Allah ada dimana-mana. Dan diperparah oleh keadaan kaum muslimin yang tidak adanya ghiroh/semangat untuk mengkaji atau membaca Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab para ulama tentang pertanyaan ini. Dengan begitu bisa membuat orang-orang awam yang notabene tidak tahu apa-apa hanya ikut-ikutan saja.

Sebenarnya jika mereka mau membaca dan mengkaji apa yang telah diturunkan Allah melalui lisan Rasul-Nya yaitu Al-Qur’an maka akan banyak sekali jawaban dari pertanyaan tentang keberadaan Allah ini. Diantaranya adalah bahwa Allah berfirman :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy ". [QS Al A’raf : 54]

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan". [QS Yunus : 3]

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy ". [QS. Ar-Ra’du : 2]

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ´Arsy ". [QS. Al Furqan : 59]

تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

"diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy ". [QS Thaha : 4-5]

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy ". [QS Al Hadid : 4]

"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir ". [QS. Ali Imran : 55]. Disini dijelaskan bahwa Nabi Isa Alaihi Sallam diangkat Allah menuju kepada-Nya dan ini menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy.

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

"Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ". [QS. An-Nisa : 158]. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy dengan diangkatnya Nabi Isa Alaihi sallam.

Fir’aun berkata: “Hai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan pencakar langit, semoga aku dapat mencapai pintu-pintu. Maksudku pintu-pintu yang menembus ke langit, agar aku dapat melihat Tuhan Musa! Tetapi kukira dia itu berdusta! Begitulah perbuatan jahat itu oleh Fir’aun dianggapnya suatu pendapat yang sangat indah. [QS Ghafir : 36-37]. Disini dijelaskan juga bahwa Fir’aun yang sebenarnya mendustakan Allah, ingin melihat Tuhannya Nabi Musa yang ada di atas Arsy.

"Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya".[QS. Fathir : 10]. Dari ayat ini juga menjelaskan bahwa semua amal shaleh juga naik ke atas dimana Allah berada yaitu di atas Arsy.

Inilah bukti atau dalil-dalil dari Al-Qur’an bahwa Allah berada di atas Arsy dan bukan di hati atau dimana-mana seperti yang diyakini oleh para penyesat. Dan jika kita berpikir dengan logika maka kita akan yakin bahwa Allah ada di atas Arsy. Yaitu jika kita memperhatikan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam tentang peristiwa Isra dan Mi’rajnya Nabi. Bahwa Nabi diangkat Allah ke Sidratul Muntaha untuk perintah Shalat 5 Waktu. Dan ini juga menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy. Dan tidak mungkin jika Allah berada di hati dan dimana-mana meng isra mi’raj kan Nabi-Nya ke sidratul muntaha.

Secara naluri ilmiah para makhluk mengetahui bahwa Allah sebenarnya ada diatas Arsy. Dan inilah aqidah yang Allah fitrahkan kepada setiap makhluk. Sampai budak yang tinggal di gunung ditanya Rasulullah tentang dimana Allah berada. Maka seorang budak itu menjawab “Allah di atas Arsy”. Inilah fitrah seorang makhluk.

Sampai hewan pun tahu dimana Allah berada. Ada beberapa binatang yang pada musim kemarau menengadahkan wajahnya ke atas langit meminta kepada Allah untuk diturunkan hujan.
Al Imam Ibnu Qayyim pernah mengisahkan sesuatu yang ajaib. Dan ini ceritanya sangat masyhur kata Imam Ibnu Qayyim. Seekor keledai yang sedang kehausan dan datang ke tempat air. Ada orang yang mengambil air, keledai tersebut ingin minum tetapi masih banyak orang yang mengambil air dan tidak memberikan pada seekor keledai tersebut. Lalu dia mengangkat kepalanya ke atas dan dia berteriak sekuat-kuatnya. Apa yang terjadi? Ternyata Allah Ta’ala menurunkan hujan. Dan ternyata keledai tersebut memohon hujan.

Dan masih banyak lagi yang secara akal menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy. Yaitu firman Allah:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi ".[QS. Al A’la : 1].

Dan diwaktu kita sujud pada waktu shalat kita mengucapkan :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Mahasuci Rabbku yang Mahatinggi. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kita tahu bahwa Allah ada di atas Arsy.

Juga tugas para malaikat selain tugas-tugas yang khusus diberikan Allah ada tugas umum yaitu tugas para malaikat untuk naik ke atas langit untuk bersujud di hadapan Allah. Dan setiap hari para malaikat yang sujud mencapai kurang lebih 70.000 malaikat setiap hari. Dan setiap hari berbeda malaikat yang sujud kepada-Nya.

Dan pada waktu berdoa kita mengangkat tangan kita ke atas berdoa kepada Allah. Ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa sebenarnya Allah ada di atas.

Inilah sejumlah ayat dan bukti akal bahwa sebenarnya secara fitrah yang lurus setiap makhluk meyakini bahwa Allah ada di atas Arsy dan bukan di hati serta bukan dimana-mana.

Nah jelas sudah bukan bahwa Allah itu tempatnya di atas Arsy ? Jadi jika kita ditanya oleh seseorang tentang dimana Allah kita sudah tidak perlu bingung menjawabnya bukan?
Sumber: group Facebook

Catatan saya:
Keberadaan Allah, dimanakah Allah bersemayam adalah bagian dari ghoib. Dan sebagai seorang muslim salah satu pilar keimanan adalah percaya kepada hal-hal yang ghoib. Dimana manusia hanya sedikit mengetahui nya, dan itupun atas petunjuk dan seizin Allah SWT.

PUASA RAJAB APA ADA DALILNYA?

Gambar ilustrasi

HADIST SHOHIH PUASA SUNAH

Puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.
Bismillahirrahmanirrahiim.. 
Puasa Rajab itu sebenernya sahih ga sih dalilnya?
Sebenarnya Apa ya... keutamaannya? 
Mungkin pertanyaan itulah yang sering terlontar dari benak teman-teman ketika mendengar seruan untuk suatu Ibadah. Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini begitu banyak pesan baik lewat BBM, media sosial atau lainnya untuk melaksanakan Puasa sunah Rajab.

Contoh Ayat-Ayat Ghoribah dalam Al-Quran

Ayat-Ayat Ghoribah dalam Al-Quran 

Ayat-ayat ghoribah [ayat-ayat yang asing dalam Al-Quran] artinya ayat-ayat yang dibaca dengan pendekatan berbeda di luar dari ayat-ayat lain sebagaimana biasanya. Cara membaca ayat-ayat ini mau tidak mau harus dihafalkan karena diluar kaedah sebagaimana biasanya.




Dalam Al-Quran ayat gharibah ada 4, yaitu:
1. Imalah

Bacaan imalah ini terdapat dalam Surah Huud, QS. 11 ayat 41:
وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Yang dimaksud bacaan imalah pada ayat diatas ialah pada bacaan مَجْرَاهَا. Jadi sewaktu membaca kalimat ini ialah dengan merubah a pada ro menjadi e. Yakni Majreeha, dan bukan majrooha. Pembacaan ayat ini harus dihafalkan.

2. Isymam

Bacaan isymam ini terdapat dalam Surah Yusuf, QS.12 ayat 11
قَالُواْ يَا أَبَانَا مَا لَكَ لاَ تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ
Isymam ini terdapat dalam kata مَنَّا. Saat membaca kata ini, maka kedua bibir diayunkan (dimajukan) tanpa merubah suara.

3. Tashil
Bacaan tashil terdapat dalam surah Fussilat, QS.41 ayat 44
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Tashil ini ialah pada kata أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ. Dalam kata ini terdapat dua alif berfathah. Cara membacanya yaitu dengan menyederhanakan atau menyeret satu alifnya. Jadi dibaca aa'jamiyyuwwa'arbiy [terkesan panjang 2 harakat], dan bukan a a'jamiyyuwwa'arbiy.

4. Naql
Yakni terdapat dalam surah Al-Hujurat, QS.49 ayat 11
بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ...
Dalam beberapa cetakan Al-Qur'an ada yang masih menyebutkan sebagai hukum bacaan naql, ada yang tidak. Yang dimaksud naql ini adalah terdapat dalam kata بِئْسَ الاسْمُ. Cara membacanya ialah langsung bi'salismu, dan bukan bi'sal ismu [tidak diputus].
Naah, itu 4 ayat gharibah dalam Al-Quran. Jangan sampe berasa mumet lho, karena cuma ada 1 aja dalam Al-Quran.

Untuk dipahami tidak penting mengetahui nama ayat-ayat Ghoribah, yang lebih penting adalah
TAU BACAANNYA.

Karena hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah FARDHU KIFAYAH, sedangkan hukum membaca Alquran sesuai dengan Kaidah Ilmu Tajwid adalah FARDHU 'AIN.
"Dan bacalah Alquran dengan tartil” (Al-Muzzammil, QS. 73:4)
Semoga Allaah memuliakan kita bersama Quran.
Baarakallaahu fiikum
Contoh qiroah ayat-ayat Ghoribah dalam Al-Quran dapat dilihat dalam video berikut:

Pengertian Tabayyun dan Pentingnya Bagi Muslim

Ilustrasi
Pengertian Tabbayun.

Kata tabbayun berasal akar kata bahasa Arab tabayyana-yatabayyana-tabayyunan, yang berarti at-tastabutt fil amr wat-ta'anni fih (meneliti kebenaran sesuatu dan tidak tergesa-gesa di dalamnya). Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah" (An-Nisa 94).



Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa tabyyun berarti pemahaman atau penjelasan. Dengan demikian, tabayyun adalah usaha untuk memastikan dan mencari kebenaran dari sebuah informasi sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Tabyyun dalam Al Quran dan Sunnah
Kata tabayyun dan derivasinya disebutkan dalam Al Quran sebanyak kurang lebih 17 kali yang berkisar pada makna menjadi jelas dan carilah kejelasan. Contoh penyebutan kata tabayyun dalam Al Quran adalah Firman Allah, "Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri setelah nyata (tabayyana) bagi mereka kebenaran" (Al Baqarah 109).
Dan firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): Hendaklah kamu menerangkan (latubayyinuanu) isi kitab itu kepada manusia" (Ali Imran 187).
Pengertian tabayyun dalam hadits mempunyai makna yang sama dengan Al Quran, misalnya sabdi Nabi Muhammad SAW; "Jika seorang budak perempuan berzina dan terbukti (menjadi jelas) perbuatannya itu, maka cambuklan dia" (HR Bukhari).

Perintah untuk tabayyun dalam Al Quran
Tabayyun merupakan salah satu sikap yang sangat penting untuk selalu diamalkan oleh pribadi muslim dalam kehidupan masyarakat. Tabayyun dapat mengurangi potensi permusuhan, perpecahan maupun perselisihan dalam pergaulan sehari-hari.
Secara eksplisit Al Quran memerintahkan umat Islam untuk senantiasa tabayyun yang dinyatakan dalam surat An Nisa ayat 94 dan Al Hujurat ayat 6.
Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar seseorang tidak bersegara membenarkan berita yang dibawa oleh seorang fasik hingga ia benar-benar meneliti dan mengecek kebenarannya.